== Bersiaplah dengan masa depan anda ==

Jangan buang waktu anda dengan kesia-siaan

Harga sebuah penundaan November 12, 2008

Pernahkah anda berpikir, bahwa harga sebuah penundaan adalah mahal sekali. Mungkin anda pernah mendengar kalimat semacam ini ” aduhhhh…..saya telat sedetik”, dan harga sebuah ketelatan/keterlambatan itu bisa berharga mahal sekali dari yang bersifat material sampai imaterial (nyawa misalnya…..)

Dan mungkin anda juga pernah mendengar jargon-jargon pemerintah tentang menabung, tentang ‘menabunglah sejak usia dini’ sampai pepatah ‘hemat pangkal kaya’. Dan ingat ….. kata hemat tidak sama dengan kikir/pelit. Kata hemat itu sendiri lebih bermakna tidak menggunakan uang secara sembarangan, yang tidak pada tempatnya, dsb.

Namun tulisan saya kali ini membicarakan tentang harga sebuah penundaan yang bersifat material.

Perhatikan tabel yang saya buat di bawah ini :

Tabel harga sebuah penundaan

Tabel harga sebuah penundaan

Kita lihat, Pak Siap telah menabung sejak usia 30 tahun dengan jumlah tabungan Rp.10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah) pertahun. Dia menabung terus sebesar nilai itu selama 5 tahun berturut-turut, tanpa pernah diambil. Bilamana asumsi bunga Bank 15%/tahun dan setelah 5 tahun itu pak Siap tak pernah mengambil uangnya di Ban, dn juga tak pernah menambah uangnya, maka pada umur 55 tahun uang Pak Siap adalah Rp. 1.459.275.83 ( Satu milyar empat ratus juta rupiah lebih).
Bayangkan kalau ia terus menambah uangnya terus sampai 55 tahun.

Sedangkan Pak Telat, baru memulai menabung dengan jumlah yang sama dengan Pak Siap (yaitu Rp.10.000.000,-) pada umur 35 tahun…..terlambat 5 tahun dari Pak Siap.

Apa yang terjadi ?????. Hanya karena keterlambatan 5 tahun itu, maka Pak Telat harus menabung terus menerus selama 20 tahun sebesar Rp.10.000.000,- agar jumlah tabungannya bisa hampir menyamai tabungan Pak Siap (Rp.1.366.316.380.14)…..itupun masih selisih sekitar Rp. 100.000.000,-an.

Tak perlu lagi saya menanyakan kepada pembaca blog ini mau seperti siapa anda, Pak Siap atau Pak Telat, anda pasti sudah mengetahui jawabannya sendiri.

Masalahnya, dimana investasi jangka panjang seperti Pak Siap itu harus anda lakukan. Masalah utama, apakah anda seberuntung Pak Siap dan Pak Telat (Pak Telat juga termasuk beruntung), yang masih sehat wal’afiat sepanjang umur 30 s/d 55 tahun, jadi tak perlu menarik uangnya untuk hal-hal darurat…..

Renungkan…..bila terjadi sesuatu pada Pak Siap, terutama Pak Telat, siapa yang akan menanggung dan meneruskan tabungan mereka?. Bagaimana dengan biaya-biaya yang timbul dan terus akan bertambah…. bagaimana dengan istri dan anak-anak mereka, dengan pendidikan mereka, itulah yang jadi pertanyaan sekarang.

Bila anda masih mau tahu jawabannya, tentang itu baca tulisan saya yang lain, klik disini.

 

Impian dan kenyataan pada manusia pada umumnya November 2, 2008

Perhatikan dan renungkan gambar-gambar di bawah ini baik-baik.

Salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup penting

Salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup penting

Impian hidup semua orang

Impian hidup semua orang

Bom Waktu bila terlambat mengambil keputusan

Bom Waktu bila terlambat mengambil keputusan

Antara lain penyebab datangnya penyakit

Antara lain penyebab datangnya penyakit

Hidup adalah pilihan, terlambat memilih berakibat fatal

Hidup adalah pilihan, terlambat memilih berakibat fatal

Kemana anda berjalan kesitulah anda akan berada

Kemana anda berjalan kesitulah anda akan berada

Pintu telah kami tunjukkan, tetapi yang melangkah adalah anda sendiri.

Siapapun tak akan dapat menghalangi apapun langkah anda, tetapi anda sendiri yang akan bertanggung jawab ataupun menikmati hasilnya atas hasil langkah sebelumnya.
Kirimkan pertanyaan anda ke jalauang@yahoo.co.id atau 08889024614 atau tuliskan pada message box di bawah

 

Ilustrasi kejadian yang mungkin terjadi pada setiap orang November 2, 2008

Perhatikan gambar di bawah ini

Ilustrasi Bapak A menabung di Bank Konvensional

Ilustrasi Bapak A menabung di Bank Konvensional

Sebagai ilustrasi, Bapak A mempersiapkan diri untuk menabung selama 10 tahun sebesar Rp. 2 juta/bulan.

Bila tak ada kejadian apapun maka pada tahun ke 10 uang Bapak A akan menjadi sebesar :

10 tahun x 12 bulan x Rp. 2.000.000,- + bunga

Tetapi malang tak dapat ditolak, untuk tak dapat diraih…….nasib manusia tak dapat diduga….. pada bulan ke 4 Bapak A jatuh sakit (kritis) dan Dokter mengultimatum untuk mengadakan operasi/pembedahan dan Bapak A harus menyediakan dana Rp. 250.000.000,- untuk itu.

Tolong para pembaca renungkan, dalam keadaan seperti itu, berapa yang bisa diambil Bapak A di Bank konvensional ?!?. Rp. 6 juta ditambah bunga selama 3 bulan kan ?. Belum dipotong biaya administrasi Bank tiap bulannya, bagaimana dengan sisa kebutuhan dana Bapak A yang harus menyediakan Rp. 250 juta ???.

Bank mana yang mau menanggung Bapak A untuk menalangi kekurangan Rp. 200 juta lebih?. Rasanya tidak ada dan tidak akan ada Bank konvensional yang mau melakukan itu. Benar ?

Sekarang katakanlah Rp.250 juta telah siap oleh Bapak A (setelah jual aset ini dan itu e.g rumah, kendaraan dsb). Setelah sakit itu tentunya Bapak A tidak dapat bekerja kembali, bagaimana dengan pengeluaran biaya tetap bulanan Bapak A dan keluarganya ?. Siapa yang menjamin ???.

Disinilah solusi tabungan 2 in 1 kami. Perhatikan gambar ilustrasi tabungan 2 in 1 kami :

Ilustrasi Bapak A menggunakan rekening 2 in 1

Ilustrasi Bapak A menggunakan rekening 2 in 1

Kalau Bapak A sedari awal menabung pada Rekening 2 in 1 kami, maka bila terjadi katakanlah bulan ke 4 Bapak A memerlukan Rp. 250 juta untuk mengobati penyakit kritisnya, maka perusahaan akan memberikan dana Rp. 250 juta untuk penyakit Bapak A yang di-cover.

Hebatnya lagi setelah sembuhpun, perusahaan akan terus menabungkan Rp. 2 juta ( karena komitmen awalnya Rp. 2 juta) ke rekening Bapak A, bukan Cuma selama 10 tahun tetapi sampai Bapak A berusia 65 tahun atau 75 tahun atau 85 tahun, tergantung kontrak awal atau sampai Bapak A meninggal dunia mana yang tercapai terlebih dahulu.

Semua ini bukan kibul-kibulan atau janji-janji surga dari saya sendiri, semua termaktub dalam kontrak perusahaan dengan Bapak A.

Jadi dari kedua gambar di atas bisa akan lebih jelas bila digambarkan seperti di bawah ini :

Perbandingan ilustrasi rekening Bank Konvensional dengan Rekening 2 in 1

Perbandingan ilustrasi rekening Bank Konvensional dengan Rekening 2 in 1

Sekarang terserah anda untuk menilai….. rekening manakah yang anda pikir lebih baik, lebih menguntungkan dan lebih bersahabat……

Untuk keterangan lebih jauh bisa menghubungi saya di 08889024614 atau email ke : jalauang@yahoo.co.id

Teruskan dengan

Impian dan kenyataan pada manusia pada umumnya

 

Dilema Kehidupan – Sebuah renungan kehidupan November 1, 2008

Dilema Kehidupan

Pada umur berapakah biasanya seseorang mulai meniti karir, dalam hal ini mencari uang?. Katakanlah biasanya seseorang mulai meniti karirnya pada umur 20 tahun. Sebuah umur yang paling produktif untuk mencari uang dan karir.

Pada umur-umur sedemikian biasanya seseorang seperti tidak ada batas-batas kelelahan maupun kejenuhan untuk meniti karirnya.

Seiring dengan berjalannya waktu dan umur, karirpun menanjak dan uangpun terkumpul untuk mendapatkan impiannya. Impian itu bisa saja berupa rumah idaman, tabungan, kendaraan (mobil/motor), rekreasi, pendidikan anak dll. Dan semua itu perlu biaya…..sekali lagi biaya……

Puncak klimak karir seseorang berada sekitar usia 50 s/d 65 tahun dan setelah masa-masa itu terlampaui seseorang biasanya sudah mulai kehabisan energinya untuk menapak karir lebih lanjut dan biasanya pendapatanpun mulai menurun drastis, sedangkan hukum ekonomi mengatakan pengeluaran rutin tidak akan pernah menurun karena turunnya produktifitas sebab pengeluaran rutin itu termasuk biaya tetap.

Maksudnya bekerja ataupun tidak bekerjapun seseorang, produktif atau tidak, tetap saja seseorang harus makan, minum, bayar tagihan ini dan itu. Sebab itulah itu disebut komponen biaya tetap…..

Belum lagi seiring dengan perkembangan usia, ada masa-masa dimana seseorang akan lebih sering sakit-sakitan yang otomatis akan memerlukan pengeluaran yang lebih besar pula.

Jadi kesimpulannya pada masa-masa umur seseorang sudah mulai memasuki senja (50 tahun s/d 65 tahun) pendapatan akan menurun sedangkan pengeluaran akan semakin tinggi/naik. Begitulah kehidupan…..

Belum lagi terpikirkan bila dimasa-masa produktifitas tinggi (< 50 tahun) terjadi musibah yang tidak pernah kita harapkan. Tetapi walaupun tidak pernah kita harapkan, bukan berarti itu tidak mungkin terjadi. Benar begitu?.

Misalnya kecelakaan, penyakit kritis (bukan penyakit biasa seperti influenza, demam, batuk dsb), kehilangan kemampuan karena cacat tetap (kehilangan penglihatan, tangan, kaki, dsb) sampai dengan yang terakhir meninggal dunia.

Dalam keadaan seperti itu bagaimana dengan pasangan hidup dan buah hati yang kita tinggalkan?. Kalaupun tidak kita tinggalkan tetapi kita sendiri tidak dapat menafkahi mereka?. Haruskah pendidikan anak-anak terhenti karena itu? Haruskah mereka bekerja diusia dini tanpa bekal pendidikan yang cukup?

Lalu bagaimana solusi penyelesaiannya?????? Ada, begini :

Kalau begitu yang kita perlukan adalah sebuah asuransi dan investasi. Dan kami memiliki keduanya..

Asuransi dalam hal ketidak-mampuan karena cacat tetap maupun asuransi jiwa, maupun investasi yang mempunyai nilai pengembalian/return yang cukup tinggi.

Sebuah asuransi yang kalaupun kita tidak dapat bekerja karena suatu ketidak-mampuan yang di-cover asuransi, tetap akan memberikan perlindungan kepada kita sampai usia 65 th, 75 th, 85 th. Dan asuransi yang tetap menyetorkan tabungan kita sampai usia yang telah disebutkan dimuka.

Kami menyediakan produk rekening 2 in 1 seperti yang dibutuhkan di atas, dan telah mendapatkan penghargaan sebagai asuransi jiwa terbaik 2002-2008 (7 tahun berturut-turut) versi majalah Investor.

Untuk info Jabodetabek hubungi : 08889024614 (email : jalauang@yahoo.co.id) dan kami siap melayani solusi investasi anda.

Sediakan payung sebelum hujan

Sediakan payung sebelum hujan

Kata-kata bijak :

. Sedia payung sebelum hujan, payung tidak berguna bila orang yang hendak dipayungi telah kehujanan.

. Besakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian, rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya.

. Pergunakanlah lima hal sebelum datangnya 5 perkara : muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit dan hidup sebelum mati (Hadist riwayat Muslim).

. Sebuah musibah tidak pernah kita harapkan tetapi bukan berarti musibah itu tidak akan pernah datang.

. Kita tidak dapat menolak takdir, tetapi kita dapat mempersiapkan diri sebelum takdir itu datang.

. Bersiap-siap untuk menghadapai musibah bukan berarti mengharapkan musibah itu datang.

Teruskan membaca ilustrasi perbandingan antara rekening Bank Konvensional denganRekening 2 in 1